Jumat, 11 Oktober 2013

Staeadtler, 'Si Ramah Lingkungan'


Stan Steadler di IKCC
KEDIRI- Produk Steadler sudah lama dikenal masyarakat luas. Bukan tanpa alasan banyak masyarakat menyukai Steadler. Steadler memang mempunyai keunggulan yang tidak dimiliki merk lain. Steadler menggunakan teknologi ABS, yakni teknologi Anti Break System. Teknologi ini merupakan teknologi pertama dan satu-satunya di luar negeri. Dengan ABS, produk steadler lebih awet dan tidak mudah patah, sehingga produk ini bisa disebut sebagai produk yang ramah lingkungan. Selain itu, produk-produk Steadler seperti pensil, bollpoint, peghapus, penggaris, maupun pensil warna cocok digunakan oleh berbagai kalangan. Termasuk kalangan anak-anak. “Pensil ini aman, gak beracun.

Senin, 07 Oktober 2013

Bu Suminar Ciptakan "Bolleches" untuk Kediri


Rumah Batik Suminar
KEDIRI- Batik “Bolleches” khas Kediri mungkin tak asing lagi di telinga kita, batik yang dirintis oleh Bu Suminar ini banyak diminati, bahkan bukan hanya dari kalangan orang dewasa, remaja dan anak-anak pun juga tertarik menggunakan produk buatan Bu Suminarwati Sundoro, beliau sendiri tergolong orang yang sukses di bidang konveksi. Bu Suminar adalah alumni angkatan pertama tahun 1980 Fakultas Sospol Jurusan Administrasi Negara, dari produk yang beliau sediakan, terdapat beberapa produk buatan beliau sendiri seperti Batik Bambu Sakura, Batik SLG Daun, Batik Gemini, Batik Bunga Dahlia, Batik Anggrek Bulan, Batik Ukir, Batik SLG Batang, Batik Antorium, Batik Mangga Podang, Batik Bunga Rosella, Batik Anak Kelut, Batik Kembang Setaman, Batik Buah Naga, Batik Barong, Batik Pure, Batik Daun Mangkok, Batik Pholowdendrom, Batik Rambat, Batik Waruan dan Batik Bunga Matahari. Salah satu di antara ragam batik tersebut ada salah satu batik yang menjadi pusat perhatian masyarakat Kediri yaitu batik SLG Batang, batik tersebut juga sudah digunakan sebagai baju seragam khas Sekolah SMPN 3 Kota Kediri, batik tersebut sengaja dibuat sebagai pengenalan masyarakat terhadap kota Kediri. 

Di Balik Suksesnya School Contest VII


KEDIRI- Kemeriahan acara School Contest VII yang diikuti ratusan peserta dari SMP/SMA se-Eks Karisidenan Kediri berlangsung sukses. Kesuksesan ini tak lepas dari semangat dan kerja keras semua pihak. Baik dari pihak peserta, sponsor, maupun panitia. Mereka tak henti memberikan yang terbaik untuk acara tahunan yang diadakan Radar Kediri ini.

Di balik meriahnya acara School Contest VII, tersimpan kegembiraan yang terpancar dari raut muka Khoirul Anam. Sang Ketua Panitia SC VII ini tersenyum puas melihat animo masyarakat yang besar. “Ada peningkatan dibanding tahun lalu,” tutur Anam sembari tersenyum. Peningkatan ini berdasarkan jumlah peserta dan kontes yang diadakan. Peserta yang turut berpartisipasi tidah hanya dari golongan pelajar SMP atau SMA, bahkan peserta usia playgroup, TK dan SD pun bisa unjuk gigi di ajang ini. Menurut Anam, pada School Contest VII tahun ini sedikit berbeda dibandingkan pagelaran School Contest tahun lalu.

Minggu, 06 Oktober 2013

Staedtler Cocok untuk Kalangan Pelajar


Menulis merupakan kebutuhan primer seorang pelajar. Aktivitas yang begitu padat di sekolah menuntut mereka untuk selalu siap siaga dengan perlengkapan tulis yang mereka punya. Peralatan tulis ini tidak hanya sebagi pelengkap tempat pensil saja, melainkan berperan utama untuk menunjang aktivitas mereka dalam belajar. Tentunya, jika masih ada yang belum punya peralatan tulis secara lengkap tidak butuh pusing terlalu lama. Karena alat tulis dari stadller udah tersedia di beberapa toko alat tulis. Harga yang di patok pun juga sangat terjangkau untuk kalangan pelajar. “Banyak kok Mbak, siswa kreatif yang selalu menggunakan Staedtler. Dua hari saja untuk satu lusin pensil Staedler bisa habis diserbu anak-anak” tutur Sunarti pemilik toko alat tulis.

Gadis SLB Kuasai Gelar Gadis Batik


KEDIRI- Decak kagum seluruh penonton mengarah ke gadis cantik yang kala itu mengenakan batik warna biru dipadu dengan warna merah. Dengan suara terbata-bata, ia mencoba mengenalkan diri dan mempresentasikan batik yang ia kenakan. “Nama saya Laksmi Palupi, saya dari SMPLB Bhakti Pemuda, Kecamatan Pagu,” begitulah perkenalan Laksmi yang diterjemahkan oleh gurunya.

Seluruh pengunjung diam seketika, mereka kagum dengan gadis berkulit putih ini. Spontan, ribuan tepuk tangan mengiringi penampilan Laksmi. Tak hanya penonton, bahkan salah satu dewan juri, Jessica, meneteskan air matanya. Ia terharu akan semangat Laksmi. "Meskipun kamu punya kekurangan, tapi kamu tetap semangat, tetap pede," ujar Jessica. Tak hanya Jessica, Nurdina, salah satu juri dari Mustika Ratu menyampaikan apresiasinya kepada gadis penderita tunu rungu dan tuna wicara ini. "Kamu luar biasa, kamu mampu menunjukkan potensi yang ada dalam dirimu," ujar Nurdina disambut tepuk tangan para penonton.

Ditinggal Orangtua, Theo Belajar Otodidak


KEDIRI- Gedung IKCC yang digunakan sebagai tempat berlangsungnya School Contest VII diserbu para kontestan finalis LIA English Stars sejak pukul 07.00 WIB. Hari ini (5/10) mereka siap bertempur menunjukkan bakat masing-masing. Salah satu peserta yang berhasil memukau perhatian penonton adalah Theodorus Eka Darmawan Putra. Siswa yang akrab disapa Theo ini menyanyikan lagu My Heart Will Go On yang menjadi soundtrack populer film Titanic.

Penampilan Theo sangat meyakinkan dewan juri. Siswa kelas 7 SMPK Petra ini tampil mengenakan kacamata putih dipadu dengan jas hitam dan celana jeans. Ia membuka penampilannya dengan memperkenalkan diri menggunakan bahasa Inggris-nya yang fasih. Suaranya yang tinggi spontan disambut tepuk tangan penonton. Bahkan, dewan juri pun terkesima melihat penampilannya. “You are so small, but your voice so amazing,” puji dewan juri. Theo hanya tersenyum menanggapi pujian dewan juri.

DAFTAR JUARA LOMBA ESCE 7


Perang Mading
1.       The Best Overall SMP (SMPN 1 Pace)- Diet Otomatif
2.       The Best Performance SMP (MTsN Pagu)- Time of Future
3.       The Best Contesnt SMP (SMPK Petra)- Tenun Ikat Kota Kediri
4.       The Best Overall SMA (SMKN 2 Kediri)- 3D
5.       The Best Performance (SMA Wahidiyah)
6.       The Best Content SMA (SMA Pomosda)-2D
7.       The Most Innovative 2D (SMKN 1 Plosoklaten)
8.       The Most Innovative 3D (SMAN 7 Kediri)-Kitab

Sabtu, 05 Oktober 2013

Siapkan Kostum Sehari Sebelum Tampil

KEDIRI-  Ajang Gadis Batik 2013 memang baru pertama kali diselenggarakan Radar Kediri. Namun, kontes ini sudah bisa meraup animo yang sangat besar. Ada 58 peserta dari SMP/SMA/sederajad yang siap berkompetisi di atas panggung IKCC. Selain fashion show, mereka dituntut bisa mempresentasikan batik yang dikenakan. Baik dari segi filosofi motif maupun filosofi warna.

Salah satu peserta yang unjuk gigi di ajang ini adalah Budi Yustika Ratna. Siswa kelas 12 SMAN 1 Kertosono ini mengenakan kostum batik Anjuk Ladang yang dipadu dengan warna kuning dan coklat. Menurut Budi, filosofi dari batik asli Kertosono ini menceritakan tetang stupa yang merupakan persembahan Dewa Siwa. Ditanya tentang persiapannya, ia mengaku belum mempersiapkan semuanya dengan matang. “Ini kostum baru sehari,” ungkap gadis kelahiran 8 Juni 1996 ini. Ia mengaku tidak menyangka bakal ada lomba Gadis Batik, karena sebelumnya ia mengincar Lomba Putri Lingkungan yang setiap tahun diadakan Radar Kediri. “Saya kira bakal ada Putri Lingkungan lagi,” ujar gadis yang juga Putri Lingkungan di sekolahnya ini.

Peserta Accoustic Group Contest Tahap Kedua

Gedung IKCC, 6 Oktober 2013. Pukul 09.00-15.00 WIB.

1. SMKN 1 Kediri
2. SMAN 1 Kediri (Glory Morning)
3. MTsN Kediri 2
4. SMK Al-Huda-Big Buzz
5. MAN 2 Kota Kediri (Accoustic Manda)
6. MTsN Jombang Kauman (Matsan Joka)
7. SMAN 5 Kediri (Eksperia Smala)
8. SMAK Petra Kediri                
9. MAN Kota Kediri 3 (Sat Night)
10. SMPN 3 Kediri
11. SMPN 4 Kediri (Forteso Voice)
12. SMKN 1 Plosoklaten (Baratova)
13. SMPN 1 Nganjuk                  
14. SMP Pawyatan Daha 1          
15. SMKN 1 Kediri (Ad'Jour)
16. SMAN 1 Ngronggot

Terinspirasi dari Air Terjun Roro Kuning

KEDIRI- Perang mading yang mengangkat tema “My Imagination, My Future” menuntut para peserta untuk berimajinasi tinggi. Mereka berimajinasi tentang cita-cita masa depan. Salah satu peserta mading punya imajjinasi unik. Mereka ingin di masa depan semua kehidupan kembali pada alam. Ya, ini adalah imajinasi kru mading dari SMAN 1 Ngronggot. Mading yang terlihat menjulang tinggi di antara mading lainnya ini ternyata terinspirasi dari air terjun Roro Kuning. “Ya, karena air terjun Roro Kuning adalah icon Nganjuk,” ujar Stya Wati, ketua tim mading.

Kru mading yang berjumlah delapan orang ini harus bekerja ekstra keras menyelesaikan mading selama delapan hari berturut-turut. Mereka menyulap steroform dan kertas semen bekas menjadi air terjun. “Kami memakai barang bekas, jadi budget-nya kurang dari Rp 500.000,00”, ujar Stya. Ia sangat mengharapkan agar kru mading yang dipimpinnya saat ini dapat kretif memanfaatkan barang bekas. Meski baru pertama kali mengikuti kontes ini, ia mengaku sangat bersemngat. “Sudah bisa ikut saja Alhamdulillah, kalau menang itu bonus,” ujar gadis kelas XI-IPA ini. (am)

'Joget Cesar' Menjamur di Kontes Akustik

KEDIRI- Joget Cesar memang tengah menjamur di hati masyarakat Indonesia. Tak ketinggalan juga di hati para EsCeholic. Kontes Akustik yang diikuti puluhan peserta dari SMP dan SMA se-Eks Karisidenan Kediri kemarin (5/10) tak luput dari 'virus' Si Joget Cesar. Ratusan pengunjung yang memadati Gedung IKCC, membuat suasana semakin panas dan meriah. Kontes yang dimulai selepas maghrib ini berhasil membuat penonton ikut bergoyang.

Salah satu peserta yang membawakan lagu pilihan "Buka Titik Joss" adalah kontestan dari SMPK Petra Kediri. Grup yang menamai dirinya "Spektra" ini berhasil memukau penonton dengan aransemen lagu yang tengah populer ini. Tak sedikit dari penonton yang ikut bergoyang, bahkan ikut berteriak "Buka Titik Joos". Selain lagu tersebut, Spektra membawakan lagu Galih dan Ratna serta jingle wajib One Heart yang digarap apik.

Gadis Batik Grogi, Menangis di Panggung

KEDIRI- Siang kemarin (5/10) Gedung IKCC dipenuhi dengan gadis-gadis cantik nan modis. Mereka adalah para kontestan Gadis Batik 2013. Kontes yang baru pertama kali diadakan Radar Kediri ini menuai banyak peminat. Sebanyak 58 peserta dari SMP/SMA/Sederajad beradu fashion show dan pengetahuan tentang batik yang mereka kenakan.

Tepat pukul 15.00 WIB, acara Gadis Batik dimulai. Kontes ini mendatangkan tiga juri yang berkompeten dalam bidangnya. Mereka adalah Reza Jesika, selaku Duta Wisata dan Red-A Model Agency Malang, kemudian Ade Aulia Rahma, selaku Runner-up Putri Lingkungan 2012, Duta Brawijaya, dan Cover Girl's Majalah Aneka Yes, sedangkan juri ketiga adalah Tika Mariana Sasmita, seorang sarjana Ilmu Komunikasi. Mereka menilai dari aspek fashion show dan presentasi peserta.

SMAPTA 'Beri Milyaran' untuk Gamers

KEDIRI- Perang Mading SC VII yang diadakan selama tiga hari berturut-turut memicu antusias yang besar dari berbagai kalangan. Pengunjung yang datang mencapai ratusan. Para kontestan mading pun berlomba-lomba menarik perhatian pengunjung. Ada yang mengenakan icon stan dengan berkostum unik, ada pula yang menampilkan flashmob dan yel-yel heboh. Namun, mading 3D dari SMAN 7 Kediri (smapta) punya cara unik untuk menarik perhatian pengunjung. Mereka menggunakan game sebagai senjata andalannya.

Lima Finalis Fashion Show Batik Anak 2013

Pilih favoritmu! Gunting dan isi kupon di koran Radar Kediri, masukkan kupon ke kotak di Final Party School Contest VII di Insumo Kediri Convention Center.

1. Gracycha Alifa Sholichin
2. Natasha Revalina Santoso
3. Dyah Almira Rizqi
4. Agatha Evania Ratna Dewanti
5. Najwa Deswiranda Lestari

Kupon terakhir dikumpulkan Minggu, 6 Oktober pukul 19.00 WIB.

Jumat, 04 Oktober 2013

Dari ‘Butiran Debu’ sampai ‘Cublek-Cublek Suweng’



KEDIRI- Kontes Paduan Suara yang baru diadakan pertama kali oleh Radar Kediri memicu antusias dari berbagai kalangan. Kontes ini menampilkan belasan peserta dari berbagai sekolah se-Eks Karisidenan Kediri. Mereka siap bertarung membawakan lagu-lagu daerah dan satu lagu bebas. 
 
Kontes yang dihelat Radar Kediri dan bekerjasama dengan Honda ini mendatangkan tiga juri yang berkompeten dalam bidangnya. Ketiga juri tersebut ialah  Wiwik Anatawati, seorang dirijen paduan suara yang sudah kerapkali menjuarai kontes paduan suara, kemudian Endang Puji Astuti dan Hermawan Andi Kuncoro, sang music director dari Tas FM. Penilaian mereka berdasarkan aspek materi suara, teknik, vokal, intonasi, artikulasi dan ekspresi, aransemen, musikalitas, dan interpretasi, impresi artistik dan kesesuaian dengan partitur. 

Panitia Sita Karikatur Sontekan

KEDIRI- Lomba Menggambar Karikatur yang diikuti ratusan peserta dari SMP/SMA se-Eks Karisidenan Kediri menarik animo yang sangat besar. Lomba yang dimulai pukul 14.30 WIB ini bebarengan dengan diadakannya Opening Ceremony School Contest VII. Hanya saja, Opening Ceremony memakai tempat di IKCC bagian dalam. Sedangkan, lomba menggambar karikatur memakai tempat bagian luar, di dekat pintu masuk. Para peserta diberi tempat khusus yang dibatasi rantai untuk menggambar. Mereka juga mendapat pensil HB, 5HB, 7 HB dan penghapus  dari Steadler.


Ada yang Nangis, Ada yang Tetap Ngeksis

KEDIRI- Parade Fashion Show Batik Anak berlangsung heboh. Kontes yang diikuti 15 anak dari berbagai macam playgroup, TK dan SD ini dimulai pukul 15.00 WIB. Melihat kontes unik ini, para fotografer segera merapat ke panggung guna mengabadikan momen si bocah kecil. Para orang tua peserta tampak sibuk mengatur anaknya di sisi panggung. Ada peserta yang tampak grogi, bahkan ada pula yang santai sambil berlari-larian menunggu namanya dipanggil MC.

 
Kontes yang dihelat Radar Kediri ini mendatangkan tiga juri yang berkompeten dalam bidangnya.  Juri pertama Sholihun Kholifah, yang merupakan guru kecantikan dari SMKN 3 Kediri. Kemudian, juri kedua adalah Rizka Oktaviana yang juga pemenang Panji Galuh 2012. Tak ketinggalan juga Dian, selaku style director di Radar Kediri. Mereka menilai dari aspek keberanian, ekspresi, dan keserasian. 

Si Presenter “Miss World” Penggemar Melani Ricardo



KEDIRI- Kemeriahan seleksi LIA English Star (1/10) yang diikuti 180 peserta tidak berhenti sampai disitu saja. Dari babak penyisihan yang menghasilkan 40 finalis tersebut, para peserta akan bertempur kembali pada babak final yang digelar tanggal 5 Oktober mendatang di Gedung IKCC. Mereka siap menggonjangkan IKCC dengan penampilan mereka yang atraktif dipadu dengan kemampuan bahasa Inggris yang sudah tidak diragukan lagi.
 
Salah satu peserta yang berhasil lolos menembus babak 40 besar adalah Mochamad Emil Maulana. Siswa SMAN 1 Tanjunganom ini menampilkan bakatnya menjadi seorang presenter. Tak tanggung-tanggung, ia memilih talkshow “Miss World” sebagai topik utamanya. “Ide ini saya dapat dari guru SMP saya,” ujar siswa kelahiran Nganjuk, 20 Juli 1996 ini. Siswa yang nge-fans Melani Ricardoini terpacu mengikuti kontes karena merasa tertantang untuk menyalurkan bakat presenternya yang sudah lama ia tekuni. “Saya juga ingin meningkatkan kemampuan

Latih Anak PEDE dengan Fashion Show

KEDIRI- Acara School Contest yang diidentikkan dengan pestanya anak muda tahun ini menjadi pesta milik bersama. Tak hanya para remaja yang bisa menampilkan bakatnya disini. Bahkan anak usia dibawah sepuluh tahun bisa unjuk gigi dalam perlombaan Fashion Show Batik Anak. Lima belas peserta fashion show dengan percaya diri (pede.red) berlenggak lenggok di atas panggung yang dipadu dengan karpet merah.

 
Salah satu anak yang turut unjuk gigi dalam fashion show kali ini adalah Dyah Almira. Peserta dari Ngasem ini masih berusia 3,5 tahun. Namun, keberaniannya jangan diragukan lagi.  “Dia sangat hiperaktif,” ucap Aang, ibu Mira (panggilan Dyah Almira.red) sembari mengawasi anaknya yang berlari kesana kemari.  Menurut Aang, ia sudah mengikutkan Mira kursus fashion show dan menari sejak sebulan lalu. “Ini untuk melatih anak pede,” ujar ibu rumah tangga ini. 

Demam Esceholic Panaskan IKCC

KEDIRI- Final party yang digelar tiga hari berturut-turut mulai tanggal 4 hingga 6 Oktober 2013 berhasil menyedot ratusan EsCeholic (penggemar School Contest) dari berbagai sekolah se-Eks Karisidenan Kediri. Selain dipenuhi kontestan dari berbagai lomba, seperti Lomba Mading, Karikatur, Jurnalis Blog, Fotografi, dan lain sebagainya, para supporter dari sekolah masing-masing pun tak ketinggalan meramaikan suasana. Sejak Opening Ceremony hingga Lomba Paduan Sura, tak henti-hentinya para supporter meneriakkan yel-yel asal sekolah mereka. “Katanya biasa saja, ternyata luaaaar biasa,” teriak salah satu supporter paduan suara dari salah satu sekolah di Nganjuk.